4 June 2026

Kemenhaj saudi mendesak para jamaah untuk memberikan masukan guna meningkatkan musim Haji di masa mendatang.

Kemenhaj saudi mendesak para jamaah untuk memberikan masukan guna meningkatkan musim Haji di masa mendatang. Menteri Haji dan Umrah Dr. Tawfiq Al-Rabiah menyerukan kepada para jamaah haji yang telah melaksanakan ibadah haji tahun ini untuk berbagi pandangan dan saran mereka guna membantu meningkatkan pelayanan di musim haji mendatang. Inisiatif ini menggarisbawahi komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk terus meningkatkan pengelolaan dan penyampaian pelayanan haji. Al-Rabiah menyampaikan undangan tersebut melalui akun resminya di platform “X”, menyoroti pentingnya mendengarkan pengalaman para jamaah dan memanfaatkan umpan balik serta rekomendasi mereka sebagai sumber penting pengembangan dan peningkatan. Ia mencatat bahwa wawasan tersebut memainkan peran kunci dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperkaya pengalaman jamaah secara keseluruhan. Menteri tersebut menekankan bahwa pengalaman jamaah tetap menjadi inti dari pengembangan ekosistem Haji dan Umrah yang berkelanjutan. Beliau menjelaskan bahwa pengamatan, saran, dan gagasan berbasis lapangan memberikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan kinerja di setiap tahapan perjalanan jamaah. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas yang memprioritaskan keterlibatan penerima manfaat dalam evaluasi dan peningkatan layanan, dengan memanfaatkan pengalaman dan umpan balik langsung dari para peziarah setelah menyelesaikan ritual mereka. Seruan menteri tersebut disampaikan setelah musim Haji 2026, yang menyaksikan implementasi berbagai inisiatif teknologi, organisasi, dan layanan yang dirancang untuk memfasilitasi perjalanan jamaah haji mulai dari kedatangan di Kerajaan hingga selesainya ritual. Upaya-upaya ini disampaikan melalui sistem terpadu yang menggabungkan solusi digital dan teknologi canggih untuk manajemen kerumunan dan penyampaian layanan. Musim ibadah haji juga menyaksikan perluasan signifikan layanan digital dan aplikasi pintar, bersamaan dengan inisiatif peningkatan kesadaran, bimbingan, dan transportasi, sejalan dengan tujuan Visi Kerajaan Arab Saudi 2030. Visi tersebut berupaya meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada jamaah haji dan memastikan pengalaman yang lebih lancar, nyaman, dan aman. Teramati bahwa melibatkan jemaah haji dalam evaluasi pelayanan merupakan salah satu mekanisme paling efektif untuk pembangunan berkelanjutan. Hal ini memungkinkan pihak berwenang terkait untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang berdasarkan pengalaman nyata para penerima manfaat dan menerjemahkan pengamatan serta rekomendasi ke dalam inisiatif pembangunan yang memperkuat kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. Kementerian Haji dan Umrah terus memajukan sistem Haji dari tahun ke tahun, dengan memanfaatkan data, indikator operasional, dan umpan balik jamaah untuk lebih meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan jumlah jamaah yang terus bertambah yang diperkirakan akan datang di musim-musim mendatang.  
Baca Selengkapnya
30 May 2026

Arab Saudi Kerahkan Tim Khusus Cari Jemaah yang Tersesat Saat Puncak Haji

Arab Saudi Kerahkan Tim Khusus Cari Jemaah yang Tersesat Saat Puncak Haji Pemerintah Arab Saudi memperkuat layanan keamanan, kesehatan, dan kemanusiaan selama fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Berbagai instansi diterjunkan untuk memastikan keselamatan jutaan jemaah yang menjalani rangkaian ibadah di Makkah dan kawasan suci lainnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiagakan tim lapangan khusus untuk melacak jemaah yang sakit maupun tersesat. Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya mobilitas jemaah saat memasuki fase-fase krusial pelaksanaan haji. Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi mengumumkan telah mengerahkan tim lapangan di Makkah dan kawasan suci untuk mengidentifikasi jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun mereka yang terpisah dari rombongan. Tim tersebut bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi serta berkoordinasi dengan program Nusuk Care milik Kementerian Haji dan Umrah guna memastikan identitas jemaah yang ditemukan dalam kondisi tersesat. Otoritas Saudi menjelaskan bahwa petugas dibekali perangkat teknologi mobile modern yang memungkinkan proses verifikasi identitas dilakukan langsung di lapangan. Seluruh laporan dan koordinasi penanganan dilakukan melalui pusat komando dan kendali haji dan umrah di Makkah. Ratusan Pramuka Diterjunkan Bantu Jemaah Di saat yang sama, Asosiasi Pramuka Arab Saudi memperluas layanan sukarelawan dan dukungan lapangan untuk membantu pergerakan jemaah menuju Mina pada Hari Tarwiyah. Tim pramuka ditempatkan di berbagai ruas jalan, koridor, serta kawasan perkemahan jemaah. Mereka bertugas memberikan arahan, bantuan kemanusiaan, mendampingi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas, hingga membantu mempertemukan kembali jemaah yang terpisah dari rombongannya. Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), lebih dari 350 anggota pramuka beserta para pemimpinnya ditempatkan di 14 rumah sakit dan pusat layanan kesehatan guna mendukung kerja tim medis Kementerian Kesehatan. Layanan Darurat Ditingkatkan Penuh Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi juga meningkatkan status kesiagaan operasional ke level penuh selama pelaksanaan lontar jumrah dan Tawaf Ifadah. Dalam skema respons darurat yang diterapkan, otoritas menyiagakan pusat layanan medis permanen, unit respons cepat, ambulans sepeda motor, serta tim medis pejalan kaki yang dirancang untuk menjangkau pasien lebih cepat di area dengan kepadatan tinggi. Selain itu, ambulans yang dilengkapi teknologi medis modern dan tim relawan juga dioperasikan secara terpadu bersama instansi pemerintah lainnya yang bertugas melayani jemaah haji. Siapkan Empat Pesawat Evakuasi Medis Kementerian Pertahanan Arab Saudi turut memperkuat dukungan kesehatan dengan menerjunkan empat pesawat evakuasi medis yang dilengkapi fasilitas lengkap untuk menangani kondisi darurat jemaah. Pesawat-pesawat tersebut beroperasi dengan koordinasi langsung bersama rumah sakit lapangan, pusat kesehatan, dan tim ambulans di kawasan suci guna memastikan penanganan cepat terhadap kasus-kasus kritis. Kementerian Pertahanan menyatakan armada evakuasi medis udara juga tetap menjalankan layanan pemindahan pasien di dalam maupun luar Arab Saudi sebagai bagian dari sistem kesehatan terpadu selama musim haji. Arab Saudi tahun ini mengerahkan ratusan ribu personel dan relawan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji 2026, yang menjadi salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi terus memperluas infrastruktur, sistem manajemen kerumunan, layanan digital, serta kapasitas tanggap darurat guna meningkatkan keselamatan dan mempermudah pergerakan jemaah antara Mina, Arafah, dan Muzdalifah selama musim haji.
Baca Selengkapnya
29 May 2026

Didukung teknologi Canggih, Jamarat Kini Bisa Tampung 300 Ribu Jemaah per Jam

Didukung teknologi Canggih, Jamarat Kini Bisa Tampung 300 Ribu Jemaah per Jam Pengelolaan jutaan jemaah selama musim haji menjadi tantangan besar yang terus dihadapi Arab Saudi setiap tahun. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah Saudi mengandalkan Kompleks Jamarat di Mina, sebuah fasilitas modern yang kini menjadi salah satu pusat manajemen kerumunan terbesar dan paling canggih di dunia. Dengan kapasitas lebih dari 300.000 jemaah per jam, fasilitas ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan lontar jumrah berlangsung aman, lancar, dan terorganisasi selama Hari Tasyrik. Kawasan Jamarat merupakan lokasi pelaksanaan ritual lontar jumrah yang menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji. Setiap tahun, jutaan jemaah berkumpul di kawasan tersebut untuk melempar jumrah sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Namun kondisi Jamarat saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Sebelumnya, lokasi tersebut hanya terdiri dari pilar-pilar batu kecil yang dikelilingi area sempit dan jalur akses terbatas. Seiring meningkatnya jumlah jemaah dari tahun ke tahun, kondisi itu kerap memicu kepadatan yang sangat tinggi. Kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi kompleks rekayasa modern yang terintegrasi dengan panjang mencapai 950 meter dan lebar 80 meter. Kompleks Jamarat dibangun dengan lima lantai yang dilengkapi jembatan multiarah, jalur masuk dan keluar yang terpisah, pintu darurat, sistem pendingin udara, serta sistem pemantauan modern untuk mendukung kelancaran arus jemaah. Selain itu, fasilitas tersebut memiliki 386 eskalator yang tersebar di 11 bangunan eskalator untuk membantu mobilitas jemaah selama pelaksanaan lontar jumrah. Didukung Teknologi Pemantauan Modern Pengoperasian Kompleks Jamarat didukung sistem manajemen terpadu yang dijalankan oleh tim khusus selama 24 jam. Petugas bertugas menjaga keselamatan jemaah sekaligus memberikan layanan kesehatan dan bimbingan dengan koordinasi bersama aparat keamanan serta berbagai instansi pelayanan haji lainnya. Layar informasi multibahasa dan kamera pengawas modern juga dipasang di berbagai titik guna membantu mengatur arus pergerakan jemaah dan meningkatkan aspek keselamatan. Ratusan Kamera dan Eskalator Disiagakan Perusahaan Kidana Development Co., yang merupakan pelaksana proyek di bawah Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Kawasan Suci, melakukan berbagai pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas menjelang musim haji tahun ini. Perusahaan tersebut mengoperasikan sistem teknologi terpadu yang mencakup 340 eskalator dan 682 kamera pengawas digital untuk memantau tingkat kepadatan serta memastikan pergerakan jemaah tetap berjalan lancar. Selain itu, sebanyak 228 kendaraan golf cart juga disiapkan untuk mendukung mobilitas jemaah maupun petugas di dalam kompleks dan area sekitarnya. Sistem Keselamatan Diperkuat Aspek keselamatan menjadi salah satu fokus utama dalam pengelolaan Kompleks Jamarat. Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, otoritas terkait menyiapkan sistem pemadam kebakaran dengan tingkat kesiapan tinggi. Fasilitas tersebut mencakup 295 kotak pemadam kebakaran, 1.078 alat pemadam api ringan (APAR), serta lebih dari 3.350 unit sprinkler otomatis yang ditempatkan di berbagai area kompleks. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi situasi darurat selama jutaan jemaah menjalankan ritual lontar jumrah. Modernisasi fasilitas Jamarat juga mencakup peningkatan kenyamanan jemaah selama berada di kawasan tersebut. Sebanyak 456 unit pendingin udara dioperasikan dan dipelihara secara berkala guna menjaga suhu tetap kondusif di tengah tingginya temperatur selama musim haji. Selain itu, lebih dari 74.000 unit lampu dipasang di seluruh lantai bangunan, koridor, serta area pelataran sekitar kompleks untuk mendukung keamanan dan kenyamanan jemaah selama beraktivitas. Dengan berbagai pengembangan infrastruktur, sistem keselamatan, dan teknologi pengelolaan kerumunan, Kompleks Jamarat kini menjadi salah satu proyek strategis Arab Saudi dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Baca Selengkapnya
28 May 2026

1,7 Juta Jemaah Tunaikan Haji Tahun 2026, Simak Semua Statistiknya di Sini

1,7 Juta Jemaah Tunaikan Haji Tahun 2026, Simak Semua Statistiknya di Sini Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M kembali mencatat angka fantastis. Berdasarkan data statistik resmi yang dirilis otoritas Saudi, total jemaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 merupakan jemaah internasional, sementara 160.646 lainnya adalah jemaah domestik yang terdiri dari warga negara dan penduduk Arab Saudi. Data juga menunjukkan bahwa jemaah laki-laki masih mendominasi dengan jumlah 893.396 orang, sedangkan jemaah perempuan mencapai 813.905 orang. Transportasi udara menjadi jalur utama kedatangan jemaah internasional ke Tanah Suci. Sebanyak 1.485.729 jemaah tiba melalui jalur udara. Sementara itu, 54.429 jemaah datang melalui jalur darat dan 6.497 lainnya melalui jalur laut. Penyelenggaraan haji tahun ini juga mencerminkan tingginya skala pelayanan yang disiapkan pemerintah Arab Saudi. Tercatat sebanyak 441.049 petugas dan pekerja dikerahkan untuk mendukung operasional haji, dibantu oleh 26.701 relawan. Selain itu, program Makkah Route Initiative atau Inisiatif Jalur Makkah turut memainkan peran penting dalam mempercepat proses layanan bagi jemaah. Sebanyak 388.694 jemaah tercatat memperoleh manfaat dari program tersebut. Menariknya, jemaah internasional tahun ini berasal dari 165 negara, menunjukkan besarnya cakupan global ibadah haji dan semakin kuatnya konektivitas pelayanan haji modern yang dikembangkan Arab Saudi. Statistik ini sekaligus menegaskan bahwa haji 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan ibadah terbesar di dunia, dengan dukungan sistem layanan, transportasi, dan sumber daya manusia dalam skala masif demi menjamin kenyamanan dan keamanan para tamu Allah.
Baca Selengkapnya
26 May 2026

Arab Saudi Nyatakan 100 Persen Siap Hadapi Puncak Musim Haji 2026

Arab Saudi Nyatakan 100 Persen Siap Hadapi Puncak Musim Haji 2026 Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah menyatakan 100 persen siap menghadapi puncak haji 1447 H/2026 M. Jutaan jemaah haji dari berbagai negara dijadwalkan mulai bergerak menuju Mina pada Senin (25/5/2026) untuk menjalani prosesi Tarwiyah, penanda dimulainya rangkaian puncak haji. Berbagai layanan utama seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga pengaturan arus pergerakan jemaah dipastikan siap digunakan. Tahun ini, lebih dari 1,5 juta jemaah internasional telah tiba di Arab Saudi dan akan bergabung dengan ratusan ribu jemaah domestik untuk menjalankan ibadah haji. Sejak Minggu malam, suasana Makkah mulai dipenuhi gema talbiyah para jemaah yang bersiap menuju Mina. Kementerian Haji Saudi menyebut telah menerapkan sistem terpadu untuk memantau pergerakan jemaah menuju kawasan tenda Mina sekaligus memastikan kualitas pelayanan selama fase puncak haji berlangsung. Sistem tersebut mencakup pengawasan transportasi, akses masuk ke perkemahan, layanan bimbingan, hingga bantuan navigasi menuju lokasi jemaah masing-masing. Selain itu, kesiapan layanan di Mina juga diperkuat melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk pengawasan lapangan secara intensif guna mengantisipasi kendala yang berpotensi mengganggu kelancaran pergerakan jutaan jemaah. Seluruh sistem operasional tersebut terhubung langsung dengan pusat kendali pengaturan massa dan operasi bersama yang bekerja selama 24 jam memantau situasi secara real time di kawasan suci. Kementerian Haji Saudi mengungkapkan bahwa sejak awal Zulkaidah pihaknya telah melakukan lebih dari 83 ribu inspeksi dan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas layanan haji, mulai dari hotel, pusat akomodasi, perkemahan Mina, hingga titik layanan lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan jemaah selama musim haji 2026 berlangsung.
Baca Selengkapnya
25 May 2026

Saudi Mulai Berlakukan Lockdown Kendaraan ke Makkah bagi yang Tak Kantongi Izin Haji

Saudi Mulai Berlakukan Lockdown Kendaraan ke Makkah bagi yang Tak Kantongi Izin Haji Pemerintah Arab Saudi mulai memberlakukan pembatasan ketat terhadap kendaraan yang masuk ke kawasan Makkah dan lokasi suci penyelenggaraan ibadah haji mulai Jumat (22/5/2026). Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan pergerakan jutaan jemaah selama musim haji berlangsung. Kementerian Dalam Negeri Saudi menegaskan, hanya kendaraan yang memiliki izin resmi haji yang diperbolehkan memasuki Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Aturan tersebut akan berlaku hingga 13 Zulhijah 1447 H atau bertepatan dengan 30 Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari skema pengamanan besar-besaran menjelang puncak ibadah haji. Aparat keamanan ditempatkan di berbagai titik masuk kota Makkah untuk memeriksa izin kendaraan dan identitas penumpang. Selain mengatur lalu lintas, kebijakan ini juga bertujuan mencegah praktik haji ilegal yang kerap memicu kepadatan berlebih di kawasan suci. Pada hari yang sama, otoritas Saudi juga mengumumkan penangkapan empat warga negara Indonesia yang diduga mempromosikan layanan haji palsu melalui media sosial. Dari tangan para pelaku, aparat menemukan dokumen izin haji palsu beserta sejumlah alat yang digunakan untuk menjalankan aksi penipuan tersebut. Keempatnya telah diamankan dan diproses hukum sebelum dilimpahkan ke otoritas penuntutan umum. Tak hanya itu, aparat keamanan Saudi juga menangkap enam warga Saudi dan satu ekspatriat di pintu masuk Makkah karena nekat mengangkut 10 orang tanpa izin haji resmi. Pemerintah Saudi menegaskan sanksi bagi pelanggar tidak main-main. Denda bagi pengangkut pelanggar aturan haji bisa mencapai 100 ribu riyal Saudi. Sementara individu yang mencoba berhaji tanpa izin dapat dikenai denda hingga 20 ribu riyal, hukuman penjara, deportasi, hingga larangan masuk Saudi selama 10 tahun. Otoritas Saudi juga membuka kemungkinan penyitaan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut jemaah tanpa izin. Kementerian Dalam Negeri Saudi mengingatkan seluruh penduduk dan pendatang agar mematuhi regulasi haji demi menjaga keamanan dan keselamatan jemaah selama musim haji berlangsung.
Baca Selengkapnya
23 May 2026

Imigrasi “Selesai di Indonesia”, Mecca Route Bikin Jemaah Haji Tak Perlu Lagi Antre di Bandara Saudi

Imigrasi Gagalkan 13 WNI Mau Haji Ilegal via Kualanamu, Modus Liburan ke Malaysia Upaya keberangkatan haji melalui jalur nonresmi kembali digagalkan aparat imigrasi. Kali ini, sebanyak 13 Warga Negara Indonesia (WNI) dicegah berangkat ke luar negeri melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, setelah diduga hendak menuju Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tanpa prosedur resmi. Rombongan yang terdiri dari delapan pria dan lima perempuan itu diketahui hendak terbang menggunakan maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH0861 tujuan Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, keberangkatan mereka terhenti saat pemeriksaan keimigrasian. Petugas mencurigai rombongan tersebut setelah sistem mendeteksi skor 100 persen pada indikator Subject of Interest, yakni kategori subjek yang masuk dalam pemantauan. Awalnya, para calon penumpang mengaku hanya akan berlibur ke Malaysia. “Awalnya mereka mengaku hendak berwisata ke Malaysia. Namun, setelah pendalaman, mereka mengakui tujuan akhirnya adalah Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji tanpa prosedur resmi,” ujar Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, melalui keterangannya, Kamis (21/5/2026). Sudah Dua Kali Coba Berangkat Kepala Kantor Imigrasi Medan Uray Avian mengungkapkan, petugas juga mendeteksi satu nama yang diduga berperan sebagai koordinator lapangan, yakni Santo Aseano. Berdasarkan rekam jejak data perlintasan, rombongan tersebut ternyata bukan kali pertama mencoba berangkat. Mereka tercatat telah dua kali mencoba keluar Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Batam pada 10 Mei 2026. Namun, upaya tersebut juga berhasil digagalkan petugas imigrasi. “Keberhasilan pencegahan calon jemaah haji nonprosedural di tiga gerbang utama perlintasan Indonesia merupakan buah dari penyelarasan data keimigrasian nasional yang terintegrasi secara real-time. Langkah ini juga sejalan dengan imbauan Direktur Jenderal Imigrasi untuk meningkatan kewaspadaan dalam proses pemeriksaan keimigrasian selama penyelenggaraan ibadah haji,” tuturnya. Imigrasi Soroti Modus Haji Ilegal Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan penguatan sistem pengawasan keimigrasian dilakukan untuk menutup berbagai celah penyelundupan manusia dengan berbagai modus, termasuk keberangkatan haji nonprosedural. Menurut dia, integrasi sistem antarpos pemeriksaan kini memungkinkan petugas melacak rekam jejak perlintasan secara langsung. “Integrasi sistem di seluruh tempat pemeriksaan imigrasi kita saat ini mampu membaca rekam jejak pelintasan secara real-time. Begitu ada subjek mencurigakan, akan kami input sebagai Subject of Interest sehingga gerbang perlintasan lain bisa langsung siaga,” papar Hendarsam. Saat ini, Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara tengah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara untuk penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan langkah hukum terhadap pihak yang diduga menjadi koordinator keberangkatan. Imigrasi juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran keberangkatan haji instan tanpa dokumen resmi karena berisiko tinggi terhadap keselamatan, perlindungan hukum, hingga hak-hak WNI selama berada di luar negeri. “Penundaan keberangkatan ini adalah langkah preventif demi keselamatan para jemaah sendiri. Semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’ berarti kami hadir untuk melindungi segenap warga negara dari potensi eksploitasi, penipuan, dan kerentanan hukum di negara orang. Beribadahlah dengan aman, legal, dan sesuai prosedur yang diakui,” katanya.
Baca Selengkapnya
21 May 2026

Arab Saudi Siarkan Khutbah Arafah 2026 dalam 35 Bahasa, Ada Bahasa Indonesia

Arab Saudi Siarkan Khutbah Arafah 2026 dalam 35 Bahasa, Ada Bahasa Indonesia Arab Saudi kembali memperluas layanan keagamaan berbasis digital untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tahun ini, khutbah Arafah akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dunia dan disiarkan secara global melalui berbagai platform resmi pemerintah Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau jutaan umat Islam di berbagai negara yang mengikuti pelaksanaan puncak ibadah haji dari Tanah Suci. Pengumuman itu disampaikan Presiden Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, dalam penutupan forum ilmiah bertajuk Saudi Arabia’s Efforts in Serving the Religious System at the Two Holy Mosques. Kepresidenan Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyatakan khutbah Arafah tahun ini akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa internasional dan disiarkan melalui platform digital resmi, termasuk kanal The Islamic Information. Bahasa yang disediakan meliputi Inggris, Prancis, Indonesia, Urdu, Turki, Persia, Spanyol, Mandarin, Rusia, Bengali, Hindi, Melayu, hingga Swahili. Selain itu tersedia pula bahasa Somali, Pashto, Punjabi, Tamil, Filipino, Bosnia, Jerman, Italia, Portugis, Swedia, Uzbekistan, Tajik, Nepal, Sinhala, Malayalam, Oromo, Tigrinya, Yoruba, Ugandan, dan Lithuania. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi Arab Saudi memperluas jangkauan dakwah dan layanan keagamaan kepada umat Islam global selama musim haji. Imam Masjid Nabawi Jadi Khatib Arafah 2026 Pada musim haji tahun ini, khutbah Arafah akan disampaikan oleh Imam dan Khatib Masjid Nabawi, Ali bin Abdulrahman Al-Hudhaifi. Sheikh Dr. Ali bin Abdulrahman Al-Hudhaifi dijadwalkan menyampaikan khutbah di Masjid Namirah saat wukuf di Arafah, yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji. Khutbah Arafah merupakan salah satu momen penting dalam ibadah haji dan selalu menjadi perhatian umat Islam di berbagai belahan dunia. Pemerintah Arab Saudi memastikan umat Islam di seluruh dunia dapat menyaksikan siaran langsung khutbah Arafah secara daring melalui platform resmi yang telah disiapkan. Siaran tersebut akan dilengkapi layanan terjemahan multibahasa agar pesan khutbah dapat dipahami lebih luas oleh masyarakat internasional. Digitalisasi layanan keagamaan ini juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan haji yang terus dikembangkan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Selengkapnya
19 May 2026

Kemenkes Saudi Siagakan Layanan Call Center 937 untuk Jemaah Haji 2026, Bisa Bahasa Indonesia

Kemenkes Saudi Siapkan Siagakan Call Center 937 untuk Jemaah Haji 2026, Bisa Bahasa Indonesia Kementerian Kesehatan Arab Saudi menuntaskan kesiapan layanan Call Center 937 untuk mendukung pelayanan kesehatan selama musim haji 1447 H/2026 M. Layanan ini akan beroperasi 24 jam penuh guna membantu kebutuhan medis jutaan jemaah di Tanah Suci. Call Center 937 disiapkan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu yang melayani konsultasi medis, pengaduan layanan kesehatan, hingga informasi pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan kawasan haji. Melansir Saudi Press Agency (SPA), layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem kesehatan Saudi menjelang puncak musim haji tahun ini. Kementerian Kesehatan Saudi menyebut layanan 937 dapat diakses melalui lima saluran komunikasi dengan sistem respons cepat dan dukungan multibahasa. Bisa Layani Bahasa Indonesia Salah satu fitur utama layanan Call Center 937 adalah tersedianya layanan penerjemah dalam sejumlah bahasa yang paling banyak digunakan jemaah haji internasional. Bahasa yang tersedia antara lain Inggris, Urdu, Prancis, Indonesia, Turki, dan Persia. Layanan tersebut disiapkan untuk memudahkan komunikasi jemaah dari berbagai negara saat membutuhkan bantuan medis maupun informasi kesehatan selama berada di Tanah Suci. “Kementerian menambahkan bahwa pusat tersebut menawarkan layanan penerjemahan dalam beberapa bahasa yang banyak digunakan selama musim Haji, termasuk bahasa Inggris, Urdu, Prancis, Indonesia, Turki, dan Persia, sehingga memudahkan komunikasi dengan jamaah dari berbagai negara dan memungkinkan mereka mengakses layanan kesehatan dengan mudah dan efisien,” tulis laporan SPA. Layani Konsultasi hingga Aduan Kesehatan Kementerian Kesehatan Saudi menjelaskan Call Center 937 tidak hanya menerima panggilan darurat, tetapi juga menangani konsultasi medis, laporan, hingga keluhan terkait layanan kesehatan selama musim haji. Petugas juga akan melakukan pemantauan dan tindak lanjut terhadap berbagai laporan yang masuk dari jemaah. Selain itu, layanan 937 menyediakan informasi terkait kondisi pasien yang sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan kawasan suci. “Pusat ini akan menyediakan dukungan perawatan kesehatan komprehensif bagi para jemaah haji, termasuk menerima panggilan, menanggapi pertanyaan dan konsultasi medis, serta menangani keluhan dan laporan terkait layanan kesehatan,” tulis SPA. Operasi 24 Jam dengan Tenaga Medis Khusus Kementerian Kesehatan Saudi memastikan layanan Call Center 937 beroperasi penuh selama 24 jam sepanjang musim haji. Layanan ini didukung tenaga administrator, tenaga kesehatan, hingga konsultan medis khusus yang disiagakan untuk memberikan respons cepat terhadap kebutuhan jemaah. Saudi sebelumnya juga memperkuat berbagai sistem kesehatan haji tahun ini, termasuk penggunaan drone untuk distribusi obat-obatan dan kesiapan lebih dari 20 ribu tempat tidur rumah sakit di kawasan haji. Dengan jutaan jemaah diperkirakan datang pada musim haji 2026, penguatan layanan kesehatan berbasis digital dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah
Baca Selengkapnya
18 May 2026

Saudi Ancam Denda Rp200 Juta hingga Deportasi bagi Jemaah Haji Overstay

Saudi Ancam Denda Rp200 Juta hingga Deportasi bagi Jemaah Haji Overstay Pemerintah Arab Saudi memperingatkan para pemegang visa haji agar tidak tinggal melebihi masa berlaku izin mereka selama musim haji 2026. Pelanggar aturan terancam denda hingga 50 ribu riyal Saudi, hukuman penjara enam bulan, hingga deportasi dari wilayah Kerajaan. Peringatan itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi di tengah pengetatan pengawasan selama penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah Saudi menegaskan seluruh ekspatriat dan pendatang wajib mematuhi regulasi haji demi menjaga keamanan dan keselamatan jamaah. Dalam keterangannya, Kementerian Dalam Negeri Saudi menyebut pelanggaran terhadap aturan visa haji akan dikenai sanksi hukum tegas. “Kementerian Dalam Negeri menekankan bahwa ekspatriat yang tinggal melebihi masa berlaku visa akan menghadapi denda hingga SR50.000, hukuman penjara hingga enam bulan, dan deportasi,” demikian pernyataan Kemenhaj Saudi dikutip dari Saudi Press Agency.. Pemerintah Saudi juga mengingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap ketentuan musim haji akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Saudi Minta Semua Pihak Patuhi Aturan Haji Kementerian Dalam Negeri Saudi meminta seluruh pihak bekerja sama dengan otoritas setempat guna mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. “Kementerian mendesak semua individu untuk mematuhi peraturan musim haji dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan keselamatan dan keamanan para jamaah,” lanjut pernyataan tersebut. Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir terus memperketat pengawasan selama musim haji, termasuk terhadap penggunaan visa, izin masuk kota suci, hingga pergerakan jamaah nonprosedural. Selain penindakan, pemerintah Saudi juga membuka jalur pengaduan masyarakat untuk melaporkan pelanggaran aturan haji. Kementerian meminta masyarakat segera melapor melalui nomor 911 untuk wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan kawasan Timur Saudi. Sementara untuk wilayah lain di Kerajaan Arab Saudi, laporan dapat disampaikan melalui nomor 999. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan memastikan pelaksanaan ibadah haji berlangsung aman serta tertib di tengah jutaan jamaah yang datang dari berbagai negara.  
Baca Selengkapnya
16 May 2026

Arab Saudi Wajibkan Vaksin Meningitis bagi Seluruh Petugas Haji 2026

Arab Saudi Wajibkan Vaksin Meningitis bagi Seluruh Petugas Haji 2026 Pemerintah Arab Saudi mewajibkan seluruh personel yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M untuk menerima vaksin meningokokus atau vaksin meningitis sebelum mulai bertugas. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari penguatan langkah pencegahan penyebaran penyakit menular di tengah tingginya kepadatan selama musim haji. Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Abdulaziz Abdulbaqi, mengatakan kewajiban tersebut merupakan tindak lanjut arahan Komite Tertinggi Haji untuk meningkatkan perlindungan kesehatan bagi petugas maupun jemaah. Menurut dia, vaksin meningokokus menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi seluruh petugas sebelum memperoleh izin kerja selama musim haji. “Ini juga meningkatkan keselamatan petugas dan jemaah, mengurangi penularan infeksi di antara mereka, serta berkontribusi positif terhadap perlindungan masyarakat yang lebih luas setelah musim haji berakhir,” ujarnya dikutip dari saudigazette Rabu (13/05). Jadi Syarat Izin Kerja Petugas Haji Abdulbaqi menjelaskan vaksin meningitis yang telah disetujui memiliki masa berlaku hingga lima tahun. Artinya, petugas yang sudah menerima vaksin dalam periode tersebut tidak diwajibkan menjalani vaksinasi ulang. “Workers who received vaccination within this timeframe are not required to receive another dose, in accordance with approved health regulations,” katanya. Ia menegaskan penyelesaian vaksinasi menjadi prasyarat penerbitan izin kerja selama musim haji. Petugas juga diminta menerima vaksin setidaknya 10 hari sebelum mulai bertugas agar perlindungan optimal dapat terbentuk. Selain vaksin meningitis, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mendorong seluruh petugas melengkapi vaksinasi lain yang direkomendasikan, terutama vaksin influenza musiman dan vaksin COVID-19. Booster COVID-19 Juga Dianjurkan Abdulbaqi mengatakan petugas yang belum menerima vaksin COVID-19 versi terbaru yang mencakup varian baru—yang telah tersedia sejak 2025—disarankan segera mendapatkan dosis penguat atau booster. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan imunitas sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kesehatan sepanjang musim haji. Untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi, Kementerian Kesehatan Arab Saudi disebut telah menggandeng berbagai institusi layanan kesehatan, termasuk sektor keamanan, militer, hingga universitas, agar vaksinasi bisa dilakukan langsung di tempat kerja masing-masing petugas. Kebijakan ini ditujukan untuk mempercepat akses layanan preventif sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap persyaratan kesehatan. Pendaftaran Lewat Aplikasi Sehhaty Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga meminta petugas melakukan pemesanan jadwal vaksinasi melalui aplikasi Sehhaty pada layanan Adult Vaccination Clinic. Abdulbaqi menyebut layanan vaksinasi haji bagi calon jemaah juga telah dibuka sejak bulan Syaban, berlanjut sepanjang Ramadan hingga saat ini melalui aplikasi yang sama maupun pusat layanan kesehatan primer. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menyeluruh Arab Saudi dalam memperkuat kesiapan kesehatan publik selama musim haji.
Baca Selengkapnya
15 May 2026

Jemaah Haji RI Wafat di Arab Saudi Bertambah Jadi 24 Orang, Puluhan Masih Dirawat

Jemaah Haji RI Wafat di Arab Saudi Bertambah Jadi 24 Orang, Puluhan Masih Dirawat Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi kembali bertambah. Hingga 11 Mei 2026, total 24 jemaah dilaporkan wafat, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat di tengah berlangsungnya rangkaian ibadah haji. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan penambahan tersebut setelah satu jemaah asal embarkasi Medan dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (10/5). “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, pada Ahad 10 Mei 2026 terdapat satu jemaah wafat di Arab Saudi atas nama Qasiyani Sigito Tarmidi dari KNO-8 asal Kota Medan, Sumatera Utara,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube Kemenhaj, Senin (11/5/2026). “Dengan demikian, jumlah jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 24 orang. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” sambungnya. 67 Jemaah Masih Dirawat Selain menyampaikan kabar duka, pemerintah juga mengungkap kondisi terkini layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi. Hingga saat ini, sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Hingga saat ini, 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Petugas Kesehatan Haji Indonesia terus melakukan pemantauan aktif dan pendampingan, baik di hotel, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan,” jelasnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat fase puncak ibadah haji atau Armuzna segera berlangsung, sebuah tahapan yang dikenal menguras energi fisik jamaah secara signifikan Pemerintah Minta Jemaah Jangan Memaksakan Diri Maria mengingatkan seluruh jemaah agar disiplin mengikuti pengaturan pergerakan yang telah ditetapkan petugas guna mencegah kelelahan berlebihan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan. “Kami meminta seluruh jemaah untuk mengikuti ketentuan pergerakan yang telah ditetapkan. Kedisiplinan jemaah adalah kunci agar seluruh layanan berjalan aman. Jangan memaksakan diri, gunakan waktu untuk menjaga stamina,” tegas Maria. Pemerintah juga mengingatkan jemaah haji gelombang kedua yang mendarat melalui Bandara Jeddah agar sudah mengenakan kain ihram sejak keberangkatan dari embarkasi di Indonesia. Hal tersebut karena jemaah dijadwalkan mengambil miqat selama perjalanan udara sebelum tiba di Arab Saudi, lalu langsung melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menjalankan umrah wajib. “Setibanya di Bandara Jeddah, jemaah akan langsung bergerak menuju Makkah untuk umrah wajib. Tidak ada banyak waktu di bandara, jadi ikuti arahan petugas dan pastikan niat ihram sesuai ketentuan,” imbaunya.  
Baca Selengkapnya