Artikel/Blog
Artikel seputar ibadah,tips,informasi haji dan umrah
9 May 2026
Saudi Tambah Kapasitas Toilet di Mina Hingga 4 Kali Lipat, Waktu Antre Dipangkas 75 Persen
Saudi Tambah Kapasitas Toilet di Mina Hingga 4 Kali Lipat, Waktu Antre Dipangkas 75 Persen
Persiapan layanan bagi jutaan jamaah pada musim haji 2026 terus dikebut. Salah satu peningkatan signifikan dilakukan di Mina, Arab Saudi, dengan rampungnya pembangunan 79 kompleks toilet dua lantai yang kini menyediakan total 7.838 toilet untuk jamaah.
Melansir kantor berita Saudi SPA, Peningkatan fasilitas sanitasi ini dilakukan di tengah tantangan keterbatasan lahan di Mina, kawasan yang setiap musim haji menjadi titik konsentrasi jutaan jamaah. Dengan pembangunan vertikal, kapasitas toilet kini diklaim melonjak hingga empat kali lipat dibanding sebelumnya, sekaligus memangkas waktu tunggu jamaah hingga 75 persen.
Kidana Development Company, badan pelaksana milik Royal Commission for Makkah City and Holy Sites, menyelesaikan fase kedua proyek pengembangan toilet menjelang pelaksanaan Haji 2026.
Tambah 18 Kompleks Toilet Baru
Pada fase kedua, pembangunan difokuskan di kawasan Al-Shuaibin, Mina bagian utara, dengan penambahan 18 kompleks toilet dua lantai yang menggantikan fasilitas lama satu lantai.
Tambahan ini melengkapi 61 kompleks serupa yang telah lebih dulu rampung pada musim haji tahun lalu, sehingga total keseluruhan mencapai 79 kompleks.
Kawasan Al-Shuaibin sendiri menjadi salah satu area akomodasi penting bagi jamaah, dengan keberadaan kompleks hunian dan tenda yang telah ditingkatkan di sisi timur maupun barat kawasan tersebut.
Strategi Bangun Vertikal karena Lahan Terbatas
Keterbatasan lahan di Mina menjadi alasan utama pengembangan dilakukan secara vertikal, bukan horizontal.
Dengan pendekatan ini, kapasitas fasilitas sanitasi bisa ditingkatkan tanpa perlu memperluas jejak fisik bangunan. Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengurangi tekanan pada infrastruktur yang ada sekaligus menjaga kualitas layanan kebersihan selama musim haji.
Selain proyek toilet, pengelola juga melakukan sejumlah peningkatan infrastruktur pendukung lain di kawasan situs suci.
Beberapa di antaranya:
perluasan ruang hijau
peningkatan area istirahat di jalur pejalan kaki
pembenahan sistem air minum
Sementara di kawasan Jamarat, 400 unit kipas kabut (misting fan) berteknologi baru menggantikan sistem pendingin lama.
Fasilitas ini disebut mampu memberikan efek pendinginan bagi hingga 180.000 jamaah per jam saat menjalani ritual lempar jumrah.
Untuk meningkatkan kenyamanan mobilitas jamaah, lantai karet juga dipasang di area pejalan kaki dengan lalu lintas tinggi guna mengurangi kelelahan selama perjalanan antarlokasi ibadah.
Baca Selengkapnya
7 May 2026
Kartu Nusuk Berisi Data Lengkap, Jemaah Haji Diingat jangan Sebar Foto ke Medsos
Kartu Nusuk Berisi Data Lengkap, Jemaah Haji Diingatkan Jangan Sebar Foto ke Medsos
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk tidak sembarangan mengunggah Kartu Nusuk ke media sosial. Dokumen tersebut dinilai sangat vital karena memuat identitas lengkap hingga akses layanan selama di Tanah Suci.
Imbauan itu disampaikan di tengah meningkatnya penggunaan media sosial oleh jemaah haji untuk membagikan momen perjalanan ibadah. PPIH khawatir data penting dalam Kartu Nusuk dapat disalahgunakan jika tersebar luas di internet.
Ketua PPIH Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus menegaskan Kartu Nusuk memuat berbagai informasi penting terkait identitas dan layanan jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Di Kartu Nusuk itu ada identitas lengkap, layanan transportasi, pemondokan, konsumsi hingga barcode. Jangan difoto lalu disebarluaskan,” terang Zulkifli Sitorus setelah melepas JCH Kloter 12 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan dilansir dari Antara, Rabu (6/5/2026).
Imbauan tersebut disampaikan di hadapan 5.990 calon haji asal Sumatera Utara. Menurut Zulkifli, penyebaran foto Kartu Nusuk di media sosial berpotensi membuka akses data pribadi jemaah kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Jadi Syarat Masuk Masjidil Haram dan Arafah
Zulkifli menjelaskan Kartu Nusuk bukan sekadar identitas biasa, melainkan dokumen utama yang wajib dibawa jemaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Ia menegaskan jemaah yang tidak membawa Kartu Nusuk bisa ditolak masuk ke kawasan Masjidil Haram untuk menjalankan tawaf maupun sai.
“Kalau tidak ada Kartu Nusuk, jemaah tidak akan diizinkan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan sai,” sambung Zulkifli.
Tak hanya itu, kartu tersebut juga menjadi syarat utama bagi jemaah untuk memasuki kawasan Arafah saat puncak ibadah haji berlangsung.
“Kalau tak bisa masuk Arafah, maka hajinya tidak sah,” tegasnya.
Selain mengingatkan soal pentingnya Kartu Nusuk, Zulkifli juga meminta jemaah menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji.
Menurutnya, keberangkatan ke Tanah Suci merupakan panggilan suci yang harus disyukuri dengan menjaga kesehatan dan kekompakan antarsesama jemaah.
“Kami juga mengingatkan jemaah agar menjaga kebersamaan dan saling membantu selama di Tanah Suci tanpa membedakan asal daerah,” tandas Zulkifli.
Baca Selengkapnya
5 May 2026
Haji 2026, Area Pendingin di Arafah Diperluas hingga 272 Ribu Meter
Haji 2026, Area Pendingin di Arafah Diperluas hingga 272 Ribu Meter
Upaya mengurangi risiko panas ekstrem saat puncak ibadah haji terus diperkuat Arab Saudi. Menjelang musim haji 2026, fasilitas peneduh dan pendingin di kawasan Arafah diperluas secara signifikan untuk melindungi jutaan jemaah yang berkumpul di lokasi tersebut.
Pengembangan ini dilakukan oleh Kidana Development Company yang merupakan bagian dari Royal Commission for Makkah City and Holy Sites. Proyek difokuskan di sekitar Jabal Al-Rahmah atau yang dikenal sebagai Mount Mercy.
Pada fase kedua, proyek ini menambah 18 kanopi modern yang dilengkapi 36 kipas kabut (misting fan), tujuh unit pendingin udara canggih, serta 107 kolom kipas kabut di sekitar area Arafah.
Jika digabungkan dengan fase pertama yang telah selesai pada 2025, total cakupan proyek kini mencapai lebih dari 272.000 meter persegi. Perluasan ini membuat kapasitas area teduh dan sejuk bagi jemaah meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan musim haji sebelumnya.
Fase pertama proyek menjadi fondasi awal dengan pembangunan tiga kanopi yang dilengkapi enam kipas kabut serta lebih dari 165 kolom kipas kabut di kawasan tersebut.
Sementara fase kedua berfungsi memperluas jangkauan dan kapasitas layanan, sehingga keduanya kini membentuk satu sistem pendingin terintegrasi di kawasan Arafah.
Pengembangan ini dirancang untuk mengurangi dampak suhu panas ekstrem yang kerap terjadi saat wukuf di Arafah, yang merupakan puncak ibadah haji. Pada momen tersebut, jutaan jemaah berkumpul di satu lokasi dalam waktu bersamaan.
Dengan penambahan fasilitas peneduh dan pendingin, pemerintah Arab Saudi berharap risiko heat stress dapat ditekan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah.
Baca Selengkapnya
4 May 2026
Suhu Makkah Tembus 43 Derajat, Pemerintah Beri Imbauan Ini Jemaah Haji
Suhu Makkah Tembus 43 Derajat, Pemerintah Beri Imbauan Ini Jemaah Haji
Gelombang panas ekstrem mulai melanda Tanah Suci menjelang puncak ibadah haji. Suhu udara di Makkah diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, memicu kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan jemaah, khususnya saat beraktivitas di siang hari.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengingatkan jemaah agar menyesuaikan pola aktivitas harian guna menghindari paparan panas berlebih, terutama saat beribadah di area Masjidil Haram.
“Kami terus mengimbau jemaah untuk mengatur waktu keberangkatan ke Masjidil Haram dengan baik, mengatasi cuaca panas dengan alat pelindung diri,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).
Jemaah disarankan menghindari aktivitas fisik berat saat suhu berada di puncaknya. Waktu pagi atau malam hari dinilai lebih aman untuk menjalankan ibadah dibandingkan siang hari yang terik.
Risiko Dehidrasi dan Kelelahan Jadi Perhatian
Selain mengatur waktu aktivitas, jemaah juga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Kesadaran terhadap kondisi tubuh masing-masing menjadi hal penting, mengingat suhu tinggi dapat memicu kelelahan hingga gangguan kesehatan.
Jika mengalami keluhan, jemaah diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap disiagakan guna mendukung keselamatan jemaah selama beribadah. Imbauan juga terus disampaikan agar jemaah tetap tertib, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kekhusyukan ibadah di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kemudahan, dan kebaikan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan ibadah hajinya mabrur,” pungkasnya.
Berdasarkan data AccuWeather, suhu siang di Makkah dalam 10 hari ke depan berada di kisaran 39 hingga 43 derajat Celsius. Pada Senin (4/5), suhu diperkirakan mencapai puncaknya di angka 43 derajat Celsius.
Baca Selengkapnya
30 April 2026
Jelang Puncak Haji, Saudi Tambah 566 Ribu Tempat Tidur di Hotel Makkah
Jelang Puncak Haji, Saudi Tambah 566 Ribu Tempat Tidur di Hotel Makkah
Pemerintah Arab Saudi menambah kapasitas akomodasi jemaah haji secara signifikan menjelang musim haji 2026. Sebanyak 566.000 tempat tidur baru disiapkan di Makkah sebagai bagian dari upaya mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahun.
Penambahan ini terungkap saat Menteri Pariwisata Arab Saudi, Ahmed Al Khateeb, melakukan inspeksi langsung kesiapan hotel dan akomodasi sementara di Kota Suci. Kebijakan tersebut disebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas daya tampung jemaah.
Mengutip laporan Arab News, penambahan ratusan ribu tempat tidur itu dimungkinkan berkat kebijakan perizinan baru untuk akomodasi sementara yang mulai diterapkan sejak Oktober 2025.
Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah Saudi dalam menjawab tantangan peningkatan jumlah jemaah haji setiap tahun, sekaligus memastikan ketersediaan hunian yang memadai selama puncak ibadah berlangsung.
Selain meninjau fasilitas hotel, Al Khateeb juga bertemu dengan tenaga kerja sektor pariwisata yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk melayani jemaah haji.
Ia menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor krusial dalam mendukung kualitas layanan. Program pelatihan yang dijalankan pemerintah disebut berperan penting dalam meningkatkan standar pelayanan bagi jemaah.
Berdasarkan laporan Saudi Gazette, Al Khateeb juga mengunjungi kantor cabang Kementerian Pariwisata di wilayah Makkah untuk memastikan pengawasan fasilitas akomodasi berjalan optimal sepanjang tahun.
Tak hanya itu, ia turut menggelar pertemuan dengan investor dan pengelola hotel di Makkah Chamber of Commerce. Pertemuan tersebut membahas kesiapan sektor akomodasi dalam menghadapi lonjakan jemaah, termasuk peningkatan kualitas layanan dan penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Al Khateeb menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman menginap yang layak dan nyaman bagi jemaah haji. Hal ini dinilai krusial agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Sebagai bagian dari langkah strategis, Kementerian Pariwisata Arab Saudi tahun ini juga mengambil alih tanggung jawab penuh dalam pengawasan sektor akomodasi jemaah haji di Makkah. Kebijakan ini diharapkan mampu memastikan seluruh layanan berjalan optimal demi kenyamanan dan keamanan jemaah.
Baca Selengkapnya
29 April 2026
9 Larangan Saat Berada di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Wajib Tahu!
9 Larangan Saat Berada di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Wajib Tahu!
Pemerintah kembali mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk disiplin mematuhi aturan selama beribadah di kawasan Masjid Nabawi, Madinah. Penegasan ini disampaikan guna menjaga ketertiban serta kekhusyukan ibadah di tengah tingginya aktivitas jemaah dari berbagai negara.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menekankan bahwa pelanggaran terhadap aturan di area masjid dapat mengganggu kenyamanan jemaah lain dan berpotensi menimbulkan konsekuensi dari otoritas setempat.
Larangan Tegas: Live Streaming hingga Merokok
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan sejumlah aktivitas yang tidak diperbolehkan dilakukan di kawasan Masjid Nabawi.
“Demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan, jemaah diimbau untuk tidak melakukan live streaming dan tidak membawa alat fotografi profesional,” ujar Maria dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenhaj, Senin (27/4/2026).
Kemenhaj merinci sembilan larangan yang wajib dipatuhi jemaah, yaitu:
Dilarang melakukan siaran langsung (live streaming)
Dilarang membawa alat fotografi profesional
Tidak menggunakan perangkat suara
Dilarang berkerumun dan gaduh
Tidak membawa atribut kelompok
Tidak merokok
Tidak mengambil barang temuan tanpa melapor
Jangan membuang sampah sembarangan
Tidak membawa barang berukuran besar yang tidak diperlukan
Kemenhaj menegaskan bahwa seluruh larangan tersebut bertujuan menjaga suasana ibadah tetap kondusif. Jemaah diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenangan maupun kenyamanan jemaah lain di dalam maupun sekitar masjid.
Antisipasi Tersesat, Jemaah Diminta Berkelompok
Selain soal larangan, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak tersesat, terutama bagi jemaah lanjut usia.
“Jemaah diimbau untuk mengingat pintu masuk, menghafal nama dan nomor hotel (tempat menginap),” jelas Maria.
Jemaah juga diwajibkan selalu membawa kartu identitas serta kartu Nusuk sebagai penanda resmi selama berada di Tanah Suci. Selain itu, jemaah dianjurkan untuk tidak bepergian sendiri.
“Saat Anda bepergian, harus secara berkelompok,” tambah Maria.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Penyelenggaraan haji tahun ini juga mengusung semangat ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan menjadikan seluruh jemaah haji Indonesia memperoleh haji yang mabrur,” pungkasnya.
Baca Selengkapnya
28 April 2026
Layanan Kesehatan Haji 2026 Diperkuat, Ada Klinik di Setiap Sektor
Layanan Kesehatan Haji 2026 Diperkuat, Ada Klinik di Setiap Sektor
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan sistem layanan kesehatan berlapis bagi jemaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 2026. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah penyediaan klinik satelit di setiap sektor untuk mempercepat penanganan awal bagi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.
Kebijakan ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di tengah jumlah jemaah yang besar dan tersebar di berbagai wilayah pemondokan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa setiap sektor akan diperkuat tenaga medis yang siaga mendampingi jemaah.
“Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor,” kata Ihsan di Makkah, Minggu.
Klinik Satelit Jadi Garda Terdepan Penanganan Jemaah
Klinik satelit difungsikan sebagai titik pertolongan pertama sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Dengan skema ini, jemaah tidak perlu langsung menuju rumah sakit saat mengalami keluhan kesehatan ringan.
Jika kondisi jemaah membutuhkan penanganan lanjutan, rujukan akan dilakukan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah atau langsung ke rumah sakit di Arab Saudi.
Secara keseluruhan, layanan kesehatan haji Indonesia diperkuat oleh sekitar 200 tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Makkah dan Madinah. Jumlah ini di luar petugas medis yang telah melekat di masing-masing kloter.
Distribusi tenaga kesehatan tersebut diharapkan mampu menjangkau jemaah secara lebih cepat dan merata.
Penyesuaian Kebijakan Arab Saudi
Penyediaan klinik satelit juga merupakan respons terhadap kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 1447 H/2026 M terkait rasio layanan kesehatan, yakni satu klinik minimal melayani 5.000 jemaah.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyebut pemerintah telah menyiapkan total 40 klinik kesehatan di 10 sektor wilayah Makkah. Sementara di Madinah, disiapkan lima klinik di lima sektor.
“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah semakin optimal,” ujar dia.
Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, petugas kesehatan kloter dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit (severity level). Sistem ini bertujuan agar setiap jemaah mendapatkan penanganan sesuai kondisi secara cepat dan tepat.
Selain itu, mutu layanan kesehatan juga diawasi langsung oleh pihak eksternal, yakni Saudi German Hospital, sebagai penyedia kesehatan swasta terakreditasi di Arab Saudi.
Distribusi obat-obatan pun dipusatkan dari KKHI di Makkah dan Madinah, kemudian disalurkan kepada petugas kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel.
Dengan adanya klinik satelit di tiap sektor, sistem rujukan berjenjang, serta pengawasan layanan yang diperketat, pemerintah menargetkan pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan merata.
Baca Selengkapnya
27 April 2026
Imigrasi “Selesai di Indonesia”, Mecca Route Bikin Jemaah Haji Tak Perlu Lagi Antre di Bandara Saudi
Imigrasi “Selesai di Indonesia”, Mecca Route Bikin Jemaah Haji Tak Perlu Lagi Antre di Bandara Saudi
Pemerintah memastikan proses keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M berjalan semakin mulus lewat implementasi layanan Makkah Route. Skema ini menjadi terobosan penting karena memangkas proses keimigrasian di Arab Saudi, sehingga jemaah bisa langsung menuju hotel setibanya di Madinah tanpa antre panjang di bandara.
Sejak operasional haji dimulai pada 22 April 2026, jemaah diberangkatkan dari sejumlah embarkasi yang telah menerapkan layanan ini, yakni Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Melalui skema Makkah Route, seluruh proses keimigrasian dan administrasi telah diselesaikan sejak di Indonesia. Setibanya di Madinah, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi ulang dan langsung diarahkan menuju akomodasi masing-masing.
Skema ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat kedatangan jemaah lebih cepat, tertib, dan minim kelelahan.
Layanan Terpadu dari Biometrik hingga Bagasi
Makkah Route mencakup berbagai layanan terintegrasi, mulai dari perekaman biometrik, penerbitan visa haji elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga proses keimigrasian yang dilakukan di bandara keberangkatan.
Tak hanya itu, pengelolaan bagasi juga telah diatur sejak awal. Koper jemaah dikirim langsung ke hotel di Arab Saudi sesuai dengan pengaturan transportasi dan akomodasi, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengurus barang setibanya di Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa layanan ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Makkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci. Ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya di Jakarta (23/4/2026).
Ia menegaskan, integrasi sistem ini membuat jemaah tidak lagi terbebani prosedur berulang ketika tiba di Arab Saudi.
“Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi. Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalankan ibadah,” tambahnya.
Program Makkah Route merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian di Arab Saudi, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Haji dan Umrah.
Sejak diluncurkan pada 2017, program ini telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah dari berbagai negara.
Pemerintah menilai kehadiran Makkah Route menjadi bagian penting dari transformasi layanan haji Indonesia, tidak hanya dalam aspek operasional, tetapi juga dalam peningkatan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi, penyelenggaraan haji tahun ini diharapkan berlangsung lebih lancar dan memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk bagi jemaah Indonesia.
Baca Selengkapnya
26 April 2026
Distribusi Konsumsi Jemaah Haji Kini Berbasis Digital, Bisa Dipantau Real-Time
Distribusi Konsumsi Jemaah Haji Kini Berbasis Digital, Bisa Dipantau Real-Time
Transformasi layanan haji terus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital. Pada musim haji 2026, distribusi konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah kini diperkuat sistem berbasis web yang memungkinkan pengawasan dilakukan secara langsung dan lebih akurat.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi 2026, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa pengelolaan konsumsi memanfaatkan dukungan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) yang terintegrasi dengan sistem faturoh digital.
Melalui sistem ini, distribusi makanan untuk jemaah dapat dipantau secara real-time oleh petugas di lapangan.
“Dengan memanfaatkan bantuan dari Pusdatin, pengawasan distribusi konsumsi bisa dilakukan secara real-time. Ini membantu memastikan setiap jemaah mendapatkan haknya sesuai ketentuan,” ujarnya, Kamis (23/04).
Ia menambahkan, digitalisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan penyaluran konsumsi berjalan lebih tertib dan terukur dibandingkan metode sebelumnya.
Pengambilan Konsumsi Gunakan Sistem Scan
Dalam implementasinya, pengambilan konsumsi tidak dilakukan secara individu, melainkan melalui perwakilan kelompok. Ketua rombongan atau ketua regu bertugas mengambil jatah konsumsi di masing-masing hotel.
Proses tersebut dilakukan menggunakan sistem pemindaian (scan), sehingga seluruh distribusi tercatat secara digital dan dapat ditelusuri.
“Pengambilan konsumsi dilakukan oleh ketua rombongan atau ketua regu dengan menggunakan sistem scan. Jadi semua tercatat dan bisa dipantau,” kata Indri.
Skema ini dinilai mampu meningkatkan ketertiban sekaligus mempermudah pengawasan distribusi di lapangan.
Penerapan faturoh digital juga diarahkan untuk meminimalkan potensi kesalahan dalam distribusi konsumsi. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap proses penyaluran dapat diverifikasi secara langsung oleh petugas.
Selain itu, transparansi layanan kepada jemaah juga meningkat karena data distribusi tercatat secara sistematis dan dapat dipantau setiap saat.
Di luar aspek digitalisasi, kualitas makanan tetap menjadi perhatian utama dalam layanan konsumsi jemaah. Makanan diproduksi oleh dapur katering yang telah memenuhi standar dan didistribusikan secara terjadwal ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.
Dengan dukungan teknologi serta sistem pengawasan yang terintegrasi, layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah diharapkan berjalan lebih efektif, transparan, dan mampu menunjang kenyamanan selama menjalankan ibadah.
Baca Selengkapnya
23 April 2026
Saudi Bolehkan Enam Kategori Ini Masuk Makkah via Izin Absher Selama Musim Haji 2026
Saudi Bolehkan Enam Kategori Ini Masuk Makkah via Izin Absher Selama Musim Haji 2026
Pemerintah Arab Saudi kembali memperketat sekaligus mendigitalisasi akses masuk ke Kota Suci Makkah selama musim haji 1447 H/2026 M. Otoritas paspor setempat memastikan hanya pihak dengan izin resmi yang dapat memasuki Makkah, dengan proses pengajuan kini dipermudah secara daring melalui platform digital.
General Directorate of Passports Saudi Arabia menyatakan, terdapat enam kategori yang diperbolehkan mengajukan izin masuk Makkah melalui platform Absher Individuals.
Enam kategori tersebut meliputi pemegang Premium Residency, investor, warga negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), ibu non-Saudi dari warga negara Saudi, anggota keluarga non-Saudi, serta pekerja rumah tangga.
Melalui layanan ini, pemohon dapat memperoleh izin masuk dengan langkah sederhana secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.
Kebijakan pembatasan akses mulai diberlakukan sejak 1 Dzulqa’dah atau bertepatan dengan 19 April 2026. Aparat keamanan menegaskan hanya individu dengan izin resmi yang diperbolehkan memasuki Makkah dan kawasan tempat suci selama musim haji.
Izin tersebut mencakup izin kerja di Makkah, izin tinggal (residensi) yang diterbitkan di Makkah, atau izin khusus haji.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran serta keamanan penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan jutaan jamaah dari seluruh dunia.
Selain melalui Absher, penerbitan izin juga terintegrasi dengan platform digital lain seperti portal Muqeem serta platform Tasreeh yang digunakan untuk penerbitan izin haji secara terpusat.
Otoritas keamanan menegaskan bahwa seluruh proses kini dilakukan secara elektronik, sehingga tidak diperlukan lagi kunjungan langsung ke kantor paspor.
Kebijakan ini merupakan bagian dari penguatan pengawasan terhadap pergerakan penduduk dan pekerja selama musim haji. Aparat menegaskan komitmen untuk menegakkan seluruh aturan dan prosedur guna menjaga ketertiban serta keselamatan jamaah.
Baca Selengkapnya
20 April 2026
Aturan Haji 2026: Larangan Bawa Kompor Gas ke Hotel Madinah
Alasan Keselamatan, Jemaah Haji Dilarang Bawa Tabung Gas dan Kompor Portabel ke Hotel di Madinah
Pemerintah Arab Saudi memperketat standar keselamatan di sektor akomodasi jelang musim haji. Kementerian Pariwisata setempat resmi melarang tamu membawa kompor gas portabel maupun tabung gas ke dalam hotel dan apartemen berlayanan di Madinah.
Kebijakan ini berlaku untuk seluruh fasilitas hospitality yang melayani wisatawan, termasuk jemaah haji yang menginap di Kota Madinah.
Dilansir theislamicinformation, Aturan tersebut ditegaskan dalam surat edaran resmi yang merujuk pada Pasal 22 Ayat 4 dari regulasi fasilitas hospitality. Larangan ini mencakup seluruh tamu tanpa pengecualian.
Jemaah maupun pengunjung tidak diperkenankan membawa atau menggunakan peralatan memasak berbahan gas di dalam kamar atau area akomodasi.
Kementerian Pariwisata menyatakan, kebijakan ini diberlakukan untuk meningkatkan standar keselamatan serta mengurangi risiko kebakaran di lingkungan hotel.
Langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan pengawasan menjelang meningkatnya jumlah jemaah haji yang datang ke Madinah.
Pengelola hotel dan apartemen diwajibkan menginformasikan aturan ini kepada seluruh tamu, baik saat proses check-in maupun selama masa menginap.
Selain itu, pihak pengelola juga harus memastikan kepatuhan terhadap aturan tersebut melalui pengawasan internal.
Ada Sanksi bagi Pelanggar
Pemerintah menegaskan bahwa pelanggaran terhadap regulasi keselamatan ini dapat berujung pada sanksi, baik bagi tamu maupun pengelola fasilitas.
Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, inspeksi akan dilakukan secara berkala oleh otoritas terkait.
Meski penggunaan kompor gas portabel dilarang, jemaah tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumsi melalui berbagai fasilitas yang tersedia, seperti restoran hotel maupun layanan katering resmi.
Pemerintah juga mengimbau jemaah agar memahami kebijakan hotel sebelum keberangkatan, termasuk tidak membawa perlengkapan memasak berbahan gas dalam barang bawaan.
Baca Selengkapnya
21 April 2026
Modus Baru Penipuan Haji Makin Marak, Pelaku Incar Data dan Rekening Jemaah
Modus Baru Penipuan Haji Makin Marak, Pelaku Incar Data dan Rekening Jemaah
Maraknya aktivitas menjelang musim haji 2026 dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan. Calon jemaah haji menjadi sasaran, dengan modus yang menyasar data pribadi hingga rekening korban.
Di Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 20 calon jemaah haji diduga hampir menjadi korban praktik penipuan tersebut.
Modus Telepon Berkedok Pembaruan Data
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengungkapkan pelaku umumnya menghubungi korban melalui telepon dengan dalih pembaruan data atau perbaikan sistem.
“Memang akhir-akhir ini banyak modus yang menghubungi jemaah, bahkan bukan hanya di Sukabumi tapi se-Indonesia. Modusnya itu menelepon jemaah dengan alasan update data, kemudian meminta data seperti KTP atau dokumen lainnya,” kata Abdul Manan, Senin (20/4/2026).
Pelaku, lanjut dia, kerap memanfaatkan kondisi korban yang tidak dapat datang langsung ke kantor atau berada jauh dari lokasi layanan.
“Saat jemaah tidak bisa atau jaraknya jauh, si penelepon menawarkan bantuan secara daring,” sambungnya.
Kirim Aplikasi, Pelaku Bisa Kendalikan Ponsel
Selain melalui telepon, pelaku juga menggunakan cara lain dengan mengirimkan aplikasi untuk diunduh korban. Setelah aplikasi terpasang, pelaku dapat mengakses perangkat korban secara penuh.
Dari situ, data penting seperti informasi perbankan hingga rekening dapat diambil alih.
“(Jadi targetnya) itu data nasabah atau terutama data rekening dana yang ada di jemaah. Barusan juga ada informasi jemaah dari Cianjur yang rekeningnya terkuras sekitar Rp 20 jutaan dengan modus yang sama,” ujar Manan.
Jemaah Diminta Tidak Mudah Memberi Data
Abdul Manan mengingatkan calon jemaah haji untuk lebih waspada dan tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Ia juga menegaskan agar jemaah segera menghentikan komunikasi jika menemukan indikasi penipuan.
“Kepada para calon jemaah haji kami meminta untuk tidak mudah melakukan apa yang mereka inginkan. Jika menemukan modus seperti itu, segera tutup telepon atau hubungi kami di kantor haji dan umrah,” ujarnya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang, terutama menjelang musim haji yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Baca Selengkapnya
- 1
- 2
- 3
- …
- 7
- Selanjutnya »