Kemenhaj Klaim Hemat Rp180 M dari Penurunan Biaya Layanan Armuzna Haji 2026
10 January 2026

https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-8298956/kemenhaj-klaim-hemat-rp180-m-dari-penurunan-biaya-layanan-armuzna-haji-2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026. Efisiensi tersebut diklaim mencapai Rp180 miliar setelah pemerintah berhasil menurunkan biaya layanan Armuzna (Arafah, Mina, Muzdalifah) bagi jemaah haji Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menjelaskan bahwa biaya layanan Armuzna tahun ini berhasil ditekan menjadi 2.100 Riyal per jemaah. Angka tersebut lebih rendah 200 Riyal dibandingkan musim haji sebelumnya.
“Itu pun kalau tahun lalu itu luas kasurnya itu 0,8 meter persegi, tahun ini kita mendapatkan 1 meter persegi. Jadi ada harga lebih murah tapi kualitasnya lebih baik,” lanjutnya..
Gus Irfan menjelaskan bahwa penghematan tersebut diperoleh melalui strategi negosiasi pemerintah Indonesia dalam proses pengadaan layanan Armuzna. Pemerintah, kata dia, menerapkan prinsip harga bersih tanpa tambahan biaya lain di luar kesepakatan.
“Kita minta harga bersih dari anggaran, tidak minta cashback, kita tidak minta fee, kita tidak minta apa pun yang terkait itu dan alhamdulillah bisa turun 200 Riyal,” pungkas Gus Irfan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026. Efisiensi tersebut diklaim mencapai Rp180 miliar setelah pemerintah berhasil menurunkan biaya layanan Armuzna (Arafah, Mina, Muzdalifah) bagi jemaah haji Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menjelaskan bahwa biaya layanan Armuzna tahun ini berhasil ditekan menjadi 2.100 Riyal per jemaah. Angka tersebut lebih rendah 200 Riyal dibandingkan musim haji sebelumnya.
“Itu pun kalau tahun lalu itu luas kasurnya itu 0,8 meter persegi, tahun ini kita mendapatkan 1 meter persegi. Jadi ada harga lebih murah tapi kualitasnya lebih baik,” lanjutnya..
Gus Irfan menjelaskan bahwa penghematan tersebut diperoleh melalui strategi negosiasi pemerintah Indonesia dalam proses pengadaan layanan Armuzna. Pemerintah, kata dia, menerapkan prinsip harga bersih tanpa tambahan biaya lain di luar kesepakatan.
“Kita minta harga bersih dari anggaran, tidak minta cashback, kita tidak minta fee, kita tidak minta apa pun yang terkait itu dan alhamdulillah bisa turun 200 Riyal,” pungkas Gus Irfan.
Saatnya Menuju Baitullah
Paket Umrah & Haji terlengkap dengan harga terjangkau. Daftar sekarang dan dapatkan kemudahan
pembayaran serta gratis perlengkapan umrah.